Selasa, 20 Desember 2016

2 Kisah Inspiratif Pengusaha Bordir Sukses

Menjalani usaha terkadang tidak selalu mulus.Selalu ada hambatan dan tantangan untuk mencapai kesuksesan dalam berusaha.Namun dibalik hambatan dan tantangan tersebut pastinya terselip solusi dan inspirasi untuk menjadikan usaha lebih baik terus menerus.

Menjalani usaha jasa bordir dalam kisah dibawah ini bisa menjadi tolak ukur bagaimana usaha jasa bordir merupakan usaha yang sangat potensial untuk dijalankan walaupun usaha tersebut ada di kota kecil sekalipun.

1. Bapak Arsyad, Pengrajin Bordir dari Kutacane, Aceh Tenggara

Kota Kutacane mungkin tidak tenar di telinga masyarakat Indonesia.Ibukota kabupaten Aceh Tenggara ini memiliki cerita salah seorang pengusaha bordir yang sukses.Namanya bpk Arsyad.

Bapak Arsyad mulai menekuni usaha kerajinan bordir sejak usia belia.Usahanya saat ini menjadi salah satu usaha bordir termodern di Aceh Tenggara dan Gayo Lues.Tempat usaha bordir bapak Arsyad yang sudah dijalankan sejak sekitar tahun 1986 tersebut diberi nama "Sepakat Segenap".

Usaha bordirnya melayani banyak permintaan seperti bordir pakaian adat Alas dan pakaian penari Saman Gayo. Tari Saman merupakan tarian yang sangat terkenal di Indonesia bahkan di manca negara. 

bpk Arsyad (topi haji)

Pesanan pakaian adat dan penari tersebut didapat bapak Arsyad dari pemerintah daerah Aceh Tenggara. Yang menjadi kebanggaan adalah salah satu pakaian penari Saman yang dibuat menggunakan jasa bordirnya sudah dibawa ke Amerika di tahun 1990. Bapak Arsyad juga mendapatkan Upakarti dari Presiden Soeharto pada tahun nya 1991.

Pada awal berdirinya usaha bordirnya masih menggunakan cara manual untuk mengerjakan ornamen-ornamen tradisi serta bordir baju adatnya.Namun karena pesanan yang semakin banyak, bapak Arsyad kemudian menggunakan mesin bordir komputer untuk bisa memenuhi pesanan bordiran agar tepat waktu.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2016/01/12/arsyad-pengrajin-bordir-modern-dari-tanah-alas 

2. Ibu Salawati,Pengrajin Bordir dari Bontang, Kalimantan Timur

Membuka usaha dengan nama Rian Tailor, ibu Salawati merupakan pengusaha jasa bordir dari Kalimantan yang sukses dengan memulai dari bawah usaha bordirnya. Awalnya hanya berbekal mesin jahit manual.Suami ibu Salawati yang memotivasi untuk membuka usaha jahit dan suaminya pun bisa menjahit.

Dengan menjadikan usahanya berbadan hukum, ibu Salawati mengikuti tender pengadaan seragam di salah satu perusahaan dan mendapatkan tender tersebut. Karena usahanya yang semakin berkembang, kemudian ibu Salawati memberanikan diri membeli mesin bordir komputer untuk memaksimalkan omset usahanya.

ibu Salawati


Diawal berdiri, omset usahanya kini mencapai seratusan juta rupiah per bulan setelah usaha berjalan lebih dari 15 tahun sejak usaha didirikan. Salah satu kunci kesuksesannya adalah kedekatannya dengan konsumennya karena jika karyawannya sedang libur, ibu Salawati dan suaminya yang langsung ke lapangan mengantar pesanan bordir.

Selain itu juga usahanya tetap menerima order pesanan satuan dan melakukan inovasi usaha dengan bekerja sama dengan industri batik printing di Jawa untuk melayani pesanan batik.Akhirnya pesanan pun makin banyak baik dari pemerintah, sekolah maupun individu.

Sumber : http://bontang.prokal.co/read/news/9221-modal-minimal-inovasi-maksimal.html

Dari 2 kisah diatas ada beberapa hal yang bisa dijadikan inspirasi dalam membangun usaha bordir yang sukses :

1. Perluas jaringan usaha ke dalam lingkungan instansi seperti pemerintah,sekolah, maupun swasta.Hal ini akan membantu membuka peluang untuk meningkatkan omset jasa bordir karena biasanya pesanan dari instansi berjumlah banyak.

2. Lakukan inovasi-inovasi dan kreasi yang menjadikan usaha jasa bordir menarik,berbeda dan tetap mempelajari hal-hal baru disekitar usaha.Seperti contoh yang dilakukan ibu Salawati yang juga mengembangkan industi printing batik bersamaan dengan usaha bordirnya.

3. Tetap kerja keras dan pantang menyerah. Kesuksesan usaha bpk Asryad dan ibu Salawati tidak dihasilkan dengan 'sekejap mata' tapi melaui proses panjang.Namun kegigihan mereka akhinya terbayar dengan omset yang makin meningkat dan tentunya keuntungan rupiah yang semakin banyak.



Semoga menginspirasi :)  
Load disqus comments

0 komentar