Rabu, 11 September 2019

Mesin Bordir Masuk Desa?Kenapa Tidak?

Membangun usaha tidak hanya bisa di kota.Jangan lupakan desa. Di desa juga bisa membangun usaha seperti halnya di kota. Apalagi saat ini pemerintah sudah memberikan alokasi dana desa yang tidak sedikit yang salah satu peruntukannya untuk meningkatkan perekonomian di desa.
 
Mesin bordir komputer hasil penjualan berikut ini merupakan mesin bordir yang diperuntukan untuk Rumah Kreatif PKK Desa Dadap Kecamatan Juntinuat, Kabupaten Indramayu.Pemerintah desa bisa punya mesin bordir walau dengan anggaran terbatas.

mesin bordir komputer 6 kepala merk Lion Star

Kehadiran mesin bordir komputer ini nantinya akan menjadi pusat dan wahana kreatifitas masyarakat desa setempat.Kedepannya akan menjadikan desa tersebut meningkat taraf ekonominya dengan adanya usaha bordir menggunakan mesin bordir komputer ini.

Mesin bordir ini adalah mesin mesin re-assembling (rakitan/rekondisi) dengan spesifikasi 6 kepala. Hasil re-assembling menghasilkan mesin bordir yang 95% baru (new) namun dengan budget atau harga yang setara dengan mesin bordir komputer second.

sertifikasi mesin bordir komputer merk Lion Star
Dengan adanya mesin bordir komputer penjualan kami ini semoga bisa membantu masyarakat desa setempat meningkatkan kreatifitas berusaha serta ekonomi sekitarnya. Pada prinsipnya, jika suatu desa meningkat taraf ekonominya, maka akan berpengaruh ke desa-desa sekitarnya.

proses penurunan mesin bordir di desa Dadap ,Indramayu

Semoga bermanfaat.
--
Jadi, jika anda mewakili instansi pemerintah/swasta atau sekolah/institusi pendidikan ataupun seorang pengusaha bordir komputer dan mencari mesin bordir komputer sesuai kebutuhan instansi atau usaha anda, anda bisa

• Hubungi kami  :
Yusro Widiastomo  telp/ WA : 08122747904

Layanan kami :
1. Penjualan mesin bordir komputer dan mesin bordir manual
2. Pelatihan teknik serta operator mesin bordir termasuk pelatihan desain bordir komputer.
3. Layanan konsultasi gratis selama 1 tahun untuk maintenance/perawatan mesin bordir.


Load disqus comments

0 komentar